Sejarah

SEJARAH RINGKAS DESA

Sejarah terbentuknya Desa Mengen awal mulanya pada suatu ketika terjadilah perang pareg-reg yaitu perang yang terjadi antara prajurit kerajaan Majapahit dengan prajurit kerajaan Blambangan, dimana dalam perang tersebut prajurit Blambangan mengalami kekalahan, sehingga mereka cerai-berai dan melarikan diri kearah barat dari kota Blambangan untuk mencari tempat perlindungan yang aman dari kejaran prajurit Majapahit, akhirnya prajurit Blambangan sampailah pada suatu tempat yang di anggap aman oleh mereka dari serangan musuh. Kemudian salah satu dari prajurit Blambangan tersebut ada yang bertanya pada temannya, apakah masih perlu untuk melanjutkan perjalanan dan mencari tempat yang lain sebagai tempat perlindungan…. ternyata dari beberapa prajurit banyak yang tidak setuju untuk melanjutkan perjalanan dengan mengatakan “wis ga’ usah meneng kene ae” lama mereka tinggal di tempat tersebut sehingga kemudian datanglah sekelompok orang suku madura dan bertanya kepada mereka dengan mengatakan “arapah be’en ma’ bedhe e diye..?” prajurit tersebut menjawabnya dengan bahasa jawa “aku mlayu teko perang lan akhere aku meneng kene,sebabe daerah iki aman soko serangan musuh” akhirnya orang-orang madura tersebut mengartikan jawaban dan kata-kata prajurit Blambangan pada kata (kalimat) Meneng Kene diganti dengan kata Mengen, yang mana pada waktu itu daerah tersebut belum terbentuk pemerintahan desa. Setelah datangnya penjajahan kolonial belanda mereka membentuk pemerintahan desa. Namun pada waktu  situ Mengen masih merupakan sebuah dusun dan masuk desa Karang Melok. Seiring dengan pesatnya pertumbuhan penduduk akhirnya diadakan pemekaran desa, kemudian dusun Mengen yang semula merupakan sebuah dusun akhirnya dijadikan sebuah desa. Pada waktu itu yang ditunjuk sebagai petinggi atau sekarang kita kenal dengan sebutan kepala desa adalah Pak Sandijo pada th.1912 m.