TOGA (Tanaman Obat Keluarga) Unggulan, jreng!

Pertanian merupakan salah satu potensi yang dimiliki dan digeluti oleh sebagian besar penduduk di daerah pedesaan, salah satunya yang memiliki potensi tersebut adalah Desa Mengen Kecamatan Tamanan. Pertanian tidak hanya dapat dilakukan di lahan persawahan, tetapi juga dapat dilakukan di lahan terbatas atau lahan tidur seperti pekarangan keluarga. Pemanfaatan lahan tersebut dapat dilakukan dengan melakukan kegiatan penanaman tanaman obat yang juga dapat digunakan sebagai bahan masakan dalam kegiatan rumah tangga, dan kegiatan tersebut biasa disebut dengan tanaman obat keluarga.

Tanaman obat keluarga merupakan salah satu jenis tanaman yang biasanya dibudidayakan di dalam pekarangan keluarga atau pekarangan tak terpakai. Tanaman obat tersebut biasanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat dan juga sebagai bahan untuk pembuatan bumbu masakan. Terdapat beberapa jenis tanaman obat yang biasanya digunakan sebagai tanaman obat keluarga yaitu kunyit, kencur, laos, sereh, jahe, dan lainnya.

Pemanfaatan tanaman toga di Desa Mengen yaitu pemanfaatan tanaman di dalam pekarangan kosong yang letaknya bersebelahan dengan Balai Desa Mengen. Pemanfaatan TOGA ini berguna untuk pembuatan taman agar lahan kosong yang sebelumnya tak terpakai menjadi lebih asri. Tanaman obat ini biasanya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada saat musim hujan, sedangkan pada saat musim kemarau tanaman obat tersebut tidak berkembang, namun tetap hidup dalam tanah sehingga pada saat pergantian musim dari kemarau ke musim hujan tanaman tersebut dapat tumbuh lagi. Tanaman obat keluarga dapat hidup dengan baik di tanah yang memiliki kandungan air cukup tinggi/basah dan juga dapat tumbuh dengan baik di daerah yang lebih sejuk atau teduh.

Dipublikasikan oleh KKN UNEJ no 211 periode 2 2018 (https://unej.ac.id)

Post Author: mengen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *