Sekolah multifungsi di dusun Mengen Barat untuk Bangsa yang Lebih Baik

Seyogianya pendidikan diartikan sebagai usaha untuk mendidik manusia sehingga dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan tujuan penciptaannya, yaitu bermanfaat bagi dirinya, bagi sesama, bagi alam semesta beserta segenap isi dan peradabannya. Dari pendidikan ini maka diharapkan juga setiap lulusan pendidikan yang dihasilkan itu dapat menjadi manusia seutuhnya sebagaimana dirumuskan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 (UU Sisdiknas) yaitu menjadi manusia yang beriman dan bertwaqwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Namun melihat realitas yang ada saat ini sepertinya telah banyak yang berubah. Apa yang menjadi tujuan pendidikan itu sudah banyak yang meleset jauh dari apa yang diharapkan. Lihat saja betapa banyaknya generasi muda kita yang terjerat dengan persoalan-persoalan serius yang mengantarkan mereka pada jurang kehancuran. Salah satunya misalnya kasus Narkoba yang banyak melibatkan generasi muda kita. Dari data yang dikeluarkan oleh Badan badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan bahwa pada Pada tahun 2013 dari 3,8 juta pengguna Narkoba 22% diantaranya, berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Narkoba jenis ganja,ekstasi maupun shabu-shabu menjadi favorit di kalangan ini. Dari data BNN itu tercatat padatahun 2007 jumlah anak SD yang menggunakan narkoba mencapai 4138 orang dan pada tahun 2011 meningkat menjadi 5087 orang. Jumlah ini diperkirakan akan terus mengalami peningkatan mengingat belum efektifnya penanggulangan narkoba di indonesia.
Untuk menciptakan generasi muda yang produktif dan berkualitas tentu saja bukanlah perkara gampang dan tidak bisa dilakukan hanya dalam satu malam saja. Apalagi dengan semakin banyaknya persoalan yang dihadapi oleh bangsa saat ini maka tentu saja tantangan yang dihadapi generasi muda itu semakin berat. Untuk itu salah satu yang dilakukan oleh salah satu warga Mengen sebagai pemilik sekolah yaitu dengan memberdayakan ruang kelas tidak hanya satu fungsi namun multifungsi yaitu sebagai sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD dan Madrasah Diniyah. Pendidikan berkarakter perlu dibangun yang mencakup yaitu: Pertama, pendidikan karakter untuk menumbuhkan kesadaran sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang muaranya dapat menumbuhkan sikap kasih sayang, saling menghargai dan dapat menjuhkan diri dari perilaku merusak dan anarkis. Kedua, pendidikan karakter yang ditujukan untuk membentuk generasi berilmu dan memiliki pengetahuan tinggi yang pada akhirnya bisa menumbuhkan kreativitas dan daya inovasi. Ketiga, pendidikan karakter untuk membentuk generasi yang memiliki rasa cinta tanah air dan bangga menjadi bagian dari negeri ini.

dipublish oleh KKN 211 UNEJ Periode II 2018 (https://unej.ac.id)

Post Author: mengen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *