Pembuatan Genting menjadi salah satu mata pencaharian warga di desa Mengen Bondowoso

Genting dari desa Mengen telah banyak dikenal oleh masyarakat, terlebih warga desa Mengen. Namun tidak semudah itu membuat genting dari bapak Rendy dikenal oleh banyak orang, tentu saja membutukan proses dalam pemasaran. Awalnya, pak Rendy memasarkan genting buatannya dari rumah ke rumah. Setiap melihat rumah atau bangunan yang direnovasi beliau datangi dan menawarkan genting buatannya tersebut. Berkat kerja keras beliau, beliau mampu memasarkan genting buatannya lebih dari 500 buah tanpa berjalan dari rumah ke rumah.

Awal proses pembuatan genteng diawali dengan pengolahan bahan baku atau bahan mentah berupa tanah liat yang mengandung unsur kaolin yang diambil dari tanah liat sekitar rumah,ladang,dan pegunungan di sekitar area industri genteng di Nglayur Trenggalek.

Pengambilan tanah biasanya bagian lapisan paling atas dari tanah atau biasa disebut kulit tanah tidak digunakan untuk pembuatan bahan genteng,dikarenakan kandungan unsur humus dan hara sangat baik untuk bercocok tanam. Setelah pemilihan bahan genteng selesai , kemudian proses selanjutnya adalah penggilingan bahan genteng yang akan diolah. Tujuannya adalah untuk memperoleh bahan yang bagus dengan kriteria yang lebih halus serta merata. Proses selanjutnya yaitu pencetakan genteng

Pencetakan genteng biasanya dilakukan dengan cara memasukkan kotak bahan tanah liat ke dalam mesin cetak berupa mesin pres. Sebelum dimasukkan pipihkan dulu kotak tanah liat yang sudah di gilis dengan cara dipukul dengan batang kayu . Tujuannya yaitu supaya  padat dan pas sesuai dengan ukuran mesin press. Kemudian angkat genteng basah dari mesin pres yang sudah selesai dicetak.

 

Proses selanjutnya adalah pengeringan, ada beberapa cara proses pengeringan yang biasanya dipakai di perusahaan Kami, tergantung situasi dan kondisi cuaca :

1.Proses pengeringan dengan menggunakan sinar matahari,dimana genteng hasil pengepresan dijemur secara langsung di bawah sinar matahari selama kurang lebih 4 hari.

 

2.Proses pengeringan dengan cara diangin-anginkan dimana genteng hasil pengepresan diletakan di dalam gudang yang terbuka dalam waktu 10 hari.

 

3.Proses pengeringan genteng selanjutnya yaitu dengan cara di Oven. Pengeringan Oven berlangsung selama dua hari. Pengeringan dilakukan dengan cara memasukkan genteng ke dalam Oven kemudian dipanaskan dengan menggunakan bahan bakar kayu. Pengeringan ini memerlukan biaya yang mahal.

 

Proses selanjutnya adalah pembakaran genteng, biasanya berlangsung selama 2 hari 3 malam dimana suhu mencapai dengan kurang lebih 600 derajat.

 

dipublikasikan oleh: Kelompok KKN UNEJ 211 (https://unej.ac.id)

Post Author: mengen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *