Warning !!! Gizi Buruk Belum Bisa Diakhiri

Gizi buruk merupakan masalah terbesar yang belum terselesaikan baik di tingkat nasional, regional, maupun daerah. Gizi buruk terbagi menjadi beberapa macam seperti gizi kurang, kwarsiokor, marasmus, stunting, dan banyak lainnya. Salah satu daerah dengan penderita gizi buruk yang terbilang cukup banyak yaitu Bondowoso. Setiap tahunnya kasus gizi buruk di Bondowoso mengalami peningkatan. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pola asuh orang tua, faktor ekonomi, dan sosial budaya.
Berdasarkan hasil survei lapangan yang telah dilakukan oleh mahasiswa KKN pada tanggal 12 Juli 2018 di salah satu blok Posyandu Desa Mengen Kec. Tamanan Kabupaten Bondowoso menunjukkan bahwa pertumbuhan beberapa anak balita berada di garis kuning. Faktor yang mempengaruhi kejadian gizi kurang di desa tersebut yaitu pola asuh orang tua dalam pemberian nutrisi seimbang untuk anak yang tidak benar. Menurut hasil wawancara dari salah satu orang tua menyatakan bahwa “anak saya tidak mau makan nasi dia lebih menyukai makanan yang instan atau makanan ringan yang banyak megandung MSG”
Ketika ditawarakan untuk pemberian makanan pendamping seperti susu formula kebanyakan orang tua menolak. Hal tersebut didukung dari pernyataan salah seorang ibu yang menyatakan bahwa “bila saya berikan susu formula malah terjadi diare yang malah menyebabkan anak saya sakit”
Melihat keadaan tersebut dapat dikatakan bahwa pola asuh orang tua tentang penyusunan menu untuk anak balita dikatakan kurang baik. Pihak Puskesmas melakukan pemantauan ketat pada anak pada garis kuning baik berat badan, tinggi badan maupun tata cara pemberian nutrisi pada anak agar tidak terjadi gizi buruk.

Post Author: mengen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *